Argument Passed by Reference pada C++

1 komentar
Berikut ini adalah contoh program dengan Argument Passed by Reference :

Input Program :

     Program di atas memanipulasi nilai dari dalam fungsi. Variabel yang akan mengalami Passed by Reference biasanya akan diakhiri dengan tanda ampersand (&) pada tipe di setiap argumen. 

     Parameter yang telah ditetapkan pada program di atas adalah a, b dan c. Lalu parameter yang akan digunakan saat pemanggilan adalah x, y dan z. Pada saat program dijalankan, perubahan pada a akan mempengaruhi nilai x, begitu pun pada b akan mempengaruhi y dan c akan mempengaruhi z.

     Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan hasil output program di atas adalah nilai variabel dalam main dikalikan 3. Jika deklarasi fungsi tidak diakhiri dengan tanda ampersand (&), maka variabel tidak akan Passed by Reference, sehingga hasilnya akan tetap nilai dari x, y dan z tanpa mengalami perubahan.

Output Program :

Read More »»  

Komputer di Bidang Usaha dan Bisnis

0 komentar
     Keberadaan teknologi bagi komunikasi bisnis memang sangat terasa manfaatnya, terutama bagi penyelesaian pekerjaan dalam suatu organisasi secara efektif dan efisien. Salah satu bentuk teknologi komunikasi yang banyak digunakan di kantor-kantor maupun di rumah-rumah pribadi adalah komputer.

     Apabila dilihat dari jenisnya, komputer dapat dibedakan menjadi desktop computer dan portable computer. Desktop computer merupakan komputer meja yang bersifat permanen, sedangkan portable computer adalah komputer mini yang mudah dibawa ke mana saja karena relatif ringan.

     Sebuah komputer terdiri atas dua elemen penting yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer. Perangkat keras komputer terdiri atas tiga komponen yaitu Central Processing Unit (CPU), keyboard dan monitor. Sementara itu, perangkat lunak komputer merupakan seperangkat program aplikasi yang digunakan untuk mengolah suatu informasi. Perangkat keras dan perangkat lunak tak dapat bekerja tanpa yang lain.
     
     Setiap badan usaha atau perseorangan yang mempunyai NPWP, diakhir tahun/periode diharuskan membuat laporan SPT pajak tahunan dan salah satu persyaratan laporan perpajakan adalah adanya laporan keuangan minimal meliputi laporan neraca, rugi laba dan laporan penyusutan aktiva tetap. Hal ini menuntut badan usaha atau perseorangan memiliki suatu sistem atau program laporan keuangan yang otomatis dapat menghasilkan laporan keuangan yang benar dan akurat. Maka kami mengajukan program Akurasi Bisnis sebagai solusi dalam masalah tersebut.

     Program Akurasi Bisnis adalah aplikasi accounting software berbasis under windows dirancang dengan bahasa pemrograman Visual Basic dengan database Microsoft Access yang berfungsi membantu untuk menyediakan laporan atau informasi keuangan secara komprehensif yang memungkinkan diambilnya keputusan bisnis secara cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat.

     Aplikasi Software ini didesain khusus untuk mengotomatiskan semua rutinitas aktivitas bisnis atau usaha yang berhubungan dengan administrasi penjualan, pembelian, pencatatan piutang dan hutang serta memonitor persediaan.

     Untuk menjalankan program ini dibutuhkan spesifikasi sekurang-kurangnya sebagai berikut:
          - Operating System (OS) Windows 98, Windows 2000, XP, Vista
          - Processor : Intel, AMD, Celeron 500 Mhz atau setara pentium III generasi pertama
          - Memory     : 128 MB
          - VGA          : 16 MB
          - RAM          : 32 MB
          - Ruang sisa space Hard Disk : 1 GB
Program ini pun dapat diakses bersama dengan Microsoft Excel 98, 2000, 2003, dan 2007 atau pun dengan Microsoft Word 98, 2000, 2003 dan 2007.

     SIM adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

SIM menggunakan :
1.      Perangkat keras (hardware)
2.      Perangkat Lunak (software)
3.      Prosedur Pedoman
4.      Model manajemen dan keputusan
5.      Database

Laporan yang dihasilkan oleh SIM meliputi :
1.      Laporan Logistik
Laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan, bulanan, kwartalan dan sebagainya.
2.      Laporan Ikhtisar
Laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
3.      Laporan Perkecualian
Laporan yang hanya muncul apabila terjadi keadaan yang tidak normal. Sebagai contoh manajer pembelian memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok yang sudah terlambat satu minggu.
Laporan ini hanya akan muncul apabila keadaan yang diminta sudah terpenuhi.
4.   Laporan Perbandingan
      Laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk perbandingan.

Namun terdapat beberapa kendala diantaranya :
-   Diperlukan Seorang ahli informasi yang bertanggung jawab  terhadap integritas data secara keseluruhan.
-    Informasi yang disimpan terus membengkak dan sifatnya
      kurang penting, akibatnya pengolahan informasi menjadi kritis.
-    Komputer menjadi lambat terhadap permintaan informasi.

     Pengolahan data terdistribusi :
               Keuntungan :
1.      Memungkinkan dicapainya tujuan berbeda di masing-masing unit
2.      Pengelola dapat mengontrol kebutuhan data
3.      Informasi beraneka ragam
               Kerugian :
1.      Sulit menjaga integritas data dalam SIM
2.      Arsip data pusat kurang muktahir
3.      Penyebaran informasi harus melalui birokrasi, kompetisi dan koordinasi
4.      Penggunaan sumber daya meningkat

         Sistem otomasi perkantoran atau terkadang disebut sistem informasi perkantoran (office information system atau OIS) adalah

” Sistem yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari didalam perkantoran dan organisasi bisnis. ”

         Sistem ini menyediakan aneka ragam perangkat untuk pemrosesan informasi, seperti pengolah lembar kerja (spreadsheet), pengolah kata (word processor), pengolah grafik, aplikasi presentasi, pengaksesan basis data personal, surat elektronik (email), surat bersuara (voice mail) dan teleconference. Pengguna sistem ini pada prinsipnya adalah semua personil dalam organisasi, baik staf maupun yang masuk kategori level manajemen.

         Contoh pengguna perangkat-perangkat yang mendukung otomasi perkantoran :
1.      Pengolah lembar kerja digunakan menganalisa berbagai kemungkinan harga.
2.      Pengolah kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan.
3.      Surat elektronik untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
 4.     Video konferensi digunakan untuk melakukan pertemuan virtual jarak jauh untuk melakukan koordinasi sejumlah orang yang berada diberbagai tempat yang berjauhan. Dalam hal ini, wajah para anggota (member) dapat terlihat di monitor.

      Sistem ini sering kali dikatakan dapat mendukung kantor tanpa kertas (paperless office). Artinya, semua yang berbau dokumen kertas dapat dihilangkan.

Aplikasi Otomatisasi Perkantoran :
a. Pengolah Kata (Word Processing)
b. Surat Elektronik (Electronic Mail)
c. Surat Bersuara (Voice Mail)
d. Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)
e. Konferensi Suara (Audio Conferencing)
f.  Konferensi Video (Video Conferencing)
g. Konferensi Komputer (Computer Conferencing)
h. Facsimile (FAX)
i.  Videotext
j.  Pencitraan (Imaging)
k. Desktop Publishing



Read More »»  

Cerita Tentang Si 'Usus Buntu'

11 komentar
Aku dan Ibuku bersama Dr. Edi Setiyoso, SpB
     Aku seorang mahasiswi jurusan sistem informasi di salah satu universitas swasta di Depok, Jawa Barat. Cerita ini berawal dari kebiasaanku yang sangat suka makanan pedas. Tak lengkap rasanya jika aku makan tanpa ada rasa pedas di lidahku. Dari kecil aku sudah divonis terkena maag. Tak dianggap serius, penyakit ini malah semakin menjadi. Sering kali aku bolos kuliah karena sakit perutku yang sangat mengganggu. Tak hanya sakit perut, bahkan sampai muntah-muntah. Beberapa kali aku masuk rumah sakit karena gangguan di lambungku. Dokter bilang aku hanya terkena dispepsia, gangguan lambung yang menyebabkan mual, muntah dan sebagainya.
     Awal Maret 2011 ini, aku memeriksakan diri ke dokter internist di Rumah Sakit Bhakti Yudha, yaitu Dr. Sinarta Natasamudra, SpPD. Kesibukan kuliahku akhir-akhir ini memang sangat padat. Gejala awal yang ku rasakan hanyalah mual dan nyeri di perut bagian kanan bawah. Sebenarnya nyeri itu tidak terlalu sakit, tapi memang rasanya sangat tidak nyaman. Setelah diperiksa, dokter curiga kalau usus buntuku sedang meradang. Aku disarankan untuk melakukan rontgen appendikogram, rontgen untuk melihat apakah usus buntuku masih bagus atau tidak. Akhirnya aku melakukan rontgen itu. Malam sebelum rontgen, aku harus minum barium, obat khusus untuk pasien yang akan melakukan rontgen appendikogram. Obat itu mirip seperti terigu. Warnanya putih bersih, tapi aromanya seperti vanilli. Aku harus menyeduh barium itu dengan segelas air hangat dan meminumnya. Rasanya sungguh diluar dugaanku, sangat tidak enak. Esok paginya aku melakukan rontgen. Dari hasil rontgen, ternyata aku terkena usus buntu kronis. Dokter menyarankan agar aku melakukan operasi, tapi tidak harus saat itu juga. Jika usus buntuku tidak dioperasi, sakit yang ku rasakan akan selalu muncul. Lebih parah lagi, usus buntuku bisa pecah dan dapat menyebabkan kematian. Aku masih menolak saran dokter karena situasinya belum terlalu berbahaya. Dokter juga bilang kalau aku mau melakukan operasi, aku bisa melakukannya pada saat aku libur semester kuliah. Akhirnya aku hanya diberi obat untuk mual dan antibiotik saja.
     Beberapa hari setelah aku minum obat dari dokter, sakit di perut bagian kanan bawahku semakin menjadi. Rasanya sangat ngilu sampai ke paha kanan. Sebelumnya aku tidak pernah merasakan sakit seperti ini. Pagi itu, Selasa 8 Maret 2011, kepalaku sangat sakit dan aku muntah. Badanku rasanya sangat lemas. Perut bagian kanan bawahku rasanya juga semakin tidak karuan. Akhirnya aku dibawa ke UGD Rumah Sakit Bhakti Yudha oleh ibu dan adikku.
     Sesampainya di sana, aku diperiksa oleh dokter jaga UGD. Dari gejala yang timbul dan hasil rontgen yang telah ku lakukan beberapa hari sebelumnya, dokter menyarankan agar usus buntuku yang kronis segera dioperasi. Aku dilangsung dipasang selang infus sambil menunggu dokter bedah umum yang akan datang memeriksa. Saat itu dokter bedah umum yang bertanggung jawab adalah Dr. Edi Setiyoso, SpB. Tak lama kemudian, dokter datang. Karena hasil rontgen appendikogram sudah ada, dokter meminta agar dilakukan operasi pengangkatan usus buntu malam itu juga.
     Pukul 10 pagi, aku dibawa ke kamar perawatan. Saat itu aku harus mulai puasa untuk persiapan operasi jam 7 malam nanti. Berbagai tes juga ku lakukan. Dari tes darah lengkap sampai tes alergi obat antibiotik. Katanya ada beberapa obat antibiotik yang harus disuntikkan ke tubuhku sebelum aku melakukan operasi. Yang bisa ku lakukan hanyalah pasrah, berharap sakit yang ku rasakan cepat hilang.
    Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa sudah pukul 5 sore. Rasa takut mulai menyerangku. Tapi aku sedikit terhibur karena banyak saudara dan teman-teman yang datang. Aku banyak bercerita dengan teman-temanku tentang rasa takut yang sedang ku alami. Ada seorang teman yang pernah melakukan operasi usus buntu di rumah sakit ini juga. Dia menceritakan pengalamannya saat operasi sekitar 2 tahun yang lalu. Agak menyeramkan sih, tapi dia berusaha menghiburku. Waktu operasi, dia tidak merasakan sakit sama sekali. Tapi pasca operasi memang agak sakit. Sekali lagi, yang bisa ku lakukan hanyalah pasrah dan berdoa.
     Tak lama kemudian, ada seorang suster yang masuk ke ruanganku sambil mendorong kursi roda. Aku sudah takut saja. Aku pikir akan dioperasi saat itu juga. Ternyata aku akan dibawa ke poli internist untuk konsultasi ke dokter internist ku. Setelah selesai konsultasi, tiba waktu sholat maghrib. Aku sholat, berdoa meminta kesembuhan dan meminta yang terbaik untukku. Beberapa saat kemudian, dokter anestesi datang ke ruanganku. Dokter menjelaskan tentang pembiusan yang akan dilakukan saat operasi nanti. Katanya aku hanya akan dibius lokal. Jadi aku akan sadar selama operasi berlangsung. Obat anestesinya akan disuntikkan ke daerah tengah tulang belakangku. Setelah itu aku akan mati rasa dari daerah perut sampai ke kaki. Rasa takutku muncul lagi setelah dokter menjelaskan proses demi proses yang akan ku alami nanti. Tapi dokter sedikit menenangkanku. Katanya aku tidak akan merasakan sakit apa-apa. Aku pun berharap begitu. Semoga operasinya berjalan lancar dan aku tidak merasakan sakit sama sekali.
      Tepat pukul 7 malam, aku dibawa oleh suster ke ruang operasi dengan menggunakan kursi roda. Sebelum itu, aku dipeluk oleh ibuku, saudara-saudaraku dan teman-temanku. Mereka berusaha menenangkan hatiku. Bukannya tenang, aku malah menahan tangis. Tak biasanya aku dipeluk seperti itu. Aku mulai memasuki ruang operasi. Ternyata aku harus ganti baju khusus untuk operasi. Bajunya berwarna hijau gelap. Aku juga harus memakai penutup kepala. Suasana ruang operasi sangatlah menyeramkan bagiku. Para dokter dan suster memakai baju hijau, seperti yang sering ku lihat di film atau sinetron. Ruangannya sangatlah dingin. Terdapat dua buah lampu besar di atas tempat tidur operasi. Tak lama kemudian, aku disuruh duduk di atas tempat tidur. Kedua tanganku dipegang sangat erat oleh para suster. Aku akan disuntikkan obat bius di tulang belakangku. Awalnya aku agak heran kenapa tanganku dipegang begitu erat. Ternyata penyuntikkan obat bius itu sangat menyakitkan. Tak hanya itu, menurutku ini adalah penyuntikkan terlama yang pernah aku rasakan. Sekitar 15 detik aku dilarang bergerak terutama di daerah tulang belakang. Setelah selesai penyuntikkan obat bius, aku dibaringkan di atas tempat tidur. Efek obat bius itu mulai terasa. Aku mulai sulit menggerakkan kakiku. Beberapa saat kemudian, aku sama sekali tidak bisa menggerakkan kakiku. Aku menyentuh kaki dan perutku, tapi aku tidak bisa merasakan sentuhannya. Kedua tanganku dipasang berbagai alat. Ada alat tensi darah otomatis, ada juga alat untuk memantau denyut nadiku. Lalu aku dipasang oksigen untuk membantu pernapasanku. Tak lama kemudian, Dokter Edi dan para asistennya datang. Perasaanku mulai tidak karuan. Takut, cemas dan segala pikiran negatif membayangiku. Tapi Dokter Edi dan para suster berusaha menenangkanku. Operasi segera dimulai. Di depanku terdapat kain hijau tebal yang sengaja dipasang agar aku tidak bisa melihat proses operasi yang tentunya tidak ingin aku lihat. Aku sama sekali tidak merasakan apa-apa. Tapi suasana ruang operasi menjadi sangat akrab. Dokter Edi, para asisten dan suster mengajakku ngobrol agar aku tidak takut. Ternyata cara itu memang ampuh. Waktu berjalan begitu cepat dan operasi sudah selesai. Saat itu menunjukkan pukul 19.45 malam. Dokter Edi menemui keluargaku untuk memberitahu bahwa operasi telah selesai. Sebelumnya, Dokter Edi menunjukkan padaku sebuah tabung bening kecil yang berisi usus buntuku yang telah dipotong. Panjangnya sudah mencapai 7cm dan sudah terjadi perlengketan. Agak takut dan kaget melihatnya. Tapi aku bertambah kaget ketika aku ditunjukkan foto saat perutku sedang dibelah. Foto itu diambil oleh asisten Dokter Edi. Satu kata, mengerikan.
      Setelah operasi selesai, aku diharuskan untuk berada di ruang observasi. Agar kondisiku tetap stabil pasca operasi, aku baru diizinkan keluar ruang operasi jam setengah 11. Keluargaku telah menungguku di depan ruang operasi. Terlihat wajah mereka yang sangat lelah. Teman-temanku sudah terlebih dahulu pulang karena hari sudah larut malam. Aku segera dibawa ke kamar perawatan dengan menggunakan tempat tidur dorong. Ajaibnya, aku masih sadar total dan tidak mengantuk sama sekali. Lalu hal yang ku takutkan terjadi. Sekitar jam 1 malam, efek obat biusku mulai habis dan rasa sakit pasca operasi mulai terasa. Rasanya sangat sakit dan perih. Ditambah lagi, asam lambungku naik. Aku memang mempunyai riwayat penyakit gastritis yang menyebabkan produksi asam lambungku berlebih. Mungkin karena terlalu lama tidak makan, lambungku jadi sakit. Berulang kali aku memanggil suster karena lambungku yang teramat sakit. Suster hanya bisa memanggil dokter jaga malam. Lalu aku beberapa kali disuntikkan obat penahan rasa sakit. Bukannya hilang, malah rasanya semakin sakit. Hasilnya aku tidak tidur sampai pagi karena rasa sakit pasca operasi dan sakit di lambungku.
      Waktu berjalan begitu lama. Sakit yang ku rasakan juga tak kunjung hilang, malah semakin sakit. Air mata pun tak mampu ku tahan. Aku hanya bisa berteriak memohon pertolongan. Suster pun tidak bisa berbuat apa-apa karena beberapa jam sebelumnya aku sudah disuntikkan obat penghilang rasa sakit. Jika obat itu disuntikkan lagi, maka aku akan kelebihan dosis obat. Pukul 9 pagi, aku sulit bernapas. Dadaku sangat sesak. Lalu aku langsung dipasang selang oksigen oleh suster. Saat itu aku hanya bisa menangis dan menangis. Tak lama kemudian, Dokter Edi datang ke kamarku. Ibuku memberitahu Dokter Edi tentang sakit yang ku alami dari semalam. Lalu aku diberikan obat penghilang rasa sakit pasca operasi dan obat penguat lambung. Aku juga sudah boleh makan dan minum dengan porsi tertentu. Tapi aku hanya boleh makan bubur sumsum. Tak lama kemudian, aku muntah. Anehnya, setelah muntah aku merasa lebih baik. Lambungku tidak lagi terlalu sakit. Sehari itu aku benar-benar dibuat tak berdaya karena sakit pasca operasi dan sakit di lambung.
      Sehari kemudian, Kamis 10 Maret 2011, Dokter Edi menyarankan agar aku mulai belajar untuk miring kanan dan kiri. Sebelum operasi, itu adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Tapi ternyata melakukannya setelah operasi sangatlah sulit. Aku harus menahan rasa sakit, tapi aku harus melakukannya. Jika aku tidak mencoba untuk miring kanan dan kiri, otot perutku akan kaku dan proses pemulihanku akan semakin lama.
      Besoknya, Jumat 11 Maret 2011, aku mulai latihan berjalan. Rasanya sakit sekali. Untuk berdiri tegap pun sangatlah sulit. Tapi aku harus latihan berjalan agar ototku tidak kaku. Dari tempat tidurku ke kamar mandi saja memerlukan waktu sekitar 3 menit. Padahal jaraknya hanya sekitar 3 meter. Dokter Edi menjanjikan jika hari itu aku sudah mulai latihan jalan, besoknya aku diperbolehkan pulang ke rumah. Jadi aku semangat untuk latihan jalan meskipun rasanya sangat sakit.
      Pagi itu, Sabtu 12 Maret 2011, Dokter Edi datang ke kamarku. Akhirnya dokter mengizinkanku pulang ke rumah. Tapi aku dilarang melakukan kegiatan-kegiatan berat. Dokter memberiku obat penghilang rasa sakit, obat anti radang dan obat antibiotik yang harus ku minum selama di rumah. Aku diwajibkan untuk kontrol ke Dokter Edi hari Rabu. Sebelum meninggalkan rumah sakit, perbanku diganti dengan perban anti air yang baru. Setelah itu, aku pulang ke rumah. Senang rasanya bisa kembali ke rumah. Walaupun keadaanku belum terlalu sehat.
      Beberapa hari di rumah membuat keadaanku semakin membaik. Hari Selasa tanggal 15 Maret 2011, aku memutuskan untuk pergi ke kampus. Ada 3 praktikum yang harus aku lakukan. Jika aku tidak datang, maka aku akan mengulang mata kuliah praktikum tersebut semester depan. Akhirnya aku pergi ke kampus dengan diantar oleh ibuku. Ternyata praktikumnya ada di lantai 4. Mau tidak mau aku harus naik tangga ke lantai 4 karena di gedung itu tidak ada lift. Setelah selesai praktikum, aku pulang. Sesampainya di rumah, badanku rasanya mau remuk. Aku hanya bisa terbaring di tempat tidurku.
     Besok harinya, Rabu 16 Maret 2011, aku datang ke rumah sakit untuk kontrol ke Dokter Edi. Aku menceritakan pengalamanku setelah ke kampus kemarin. Dokter hanya menyarankan agar aku tidak terlalu capek, tapi aku harus tetap beraktivitas ringan agar ototku tidak kaku. Jahitanku juga sudah mulai kering. Aku dijadwalkan untuk kontrol lagi ke Dokter Edi pada Hari Sabtu.
      Hari Jumat siang saat aku sedang di kampus, tiba-tiba ada sedikit bercak darah diperbanku. Aku pikir tidak berbahaya, jadi aku tidak berbuat apa-apa. Tapi ternyata darah tersebut semakin banyak sampai tembus ke luar celana panjangku. Karena panik, aku langsung menelepon ibuku dan segera pergi ke UGD Rumah Sakit Bhakti Yudha. Sesampainya di sana, dokter jaga UGD segera membukan perbanku yang sudah berlumuran darah. Ternyata bukan hanya darah saja yang keluar, melainkan juga nanah. Lalu di daerah sekitar jahitanku di tekan-tekan agar seluruh nanahnya keluar. Rasanya sakit bukan main. Setelah darah dan nanahnya tidak lagi keluar, jahitanku dibungkus kassa steril dan aku diperbolehkan pulang.
     Keesokan harinya adalah jadwalku kontrol ke Dokter Edi. Aku dijelaskan mengapa jahitanku bisa berdarah dan bernanah. Ternyata kasus seperti ini jarang terjadi. Ada infeksi sekitar 2mm di bawah jahitanku. Malah bagus jika darah dan nanah itu bisa keluar sendiri. Kalau itu tidak bisa keluar, aku akan demam dan jahitanku harus dibongkar lagi untuk mengeluarkan nanah tersebut. Aku hanya bisa bersyukur karena dibalik semua kejadian yang ku alami, ternyata ada hikmah yang bisa ku ambil.
       Proses penyembuhanku memang terbilang lama, hampir 1 bulan pasca operasi. Aku harus bolak balik ke rumah sakit hamper setiap hari untuk kontrol jahitanku. Tapi Alhamdulillah, sekarang aku sudah lebih sehat dari sebelumnya. Terima kasih yang sebesar-besarnya ku ucapkan untuk keluarga dan teman-teman yang telah mendoakan dan selalu menemaniku. Tak lupa juga terima kasih yang sangat besar untuk Dr. Edi Setiyoso, SpB, Dr. Sinarta Natasamudra, SpPD dan para suster yang telah sabar merawatku saat aku sakit. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari cerita ini..
Read More »»  

Apa Yang Bisa Dilakukan Dengan Sistem Operasi BlackBerry?

0 komentar


BlackBerry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, menjelajah internet dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai menjadi suatu kebutuhan untuk fashion. BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia. Sistem Operasi BlackBerry adalah sistem operasi yang hanya digunakan oleh smartphone BlackBerry buatan RIM.

Perusahan telekomunikasi asal Kanada, Reserch in Motion (RIM), mengembangkan perangkat komunikasi bergerak. Awalnya produk mereka adalah memproduksi layanan penyeranta (Pager) dua arah, namun dalam perkembangannya perusahaan ini membuat terobosan baru dengan menciptakan pearangkat BlackBerry yang terkenal dengan layanan push-email, dan sekarang BlackBerry berubah menjadi smartphone yang memiliki berbagai fungsi seperti GPS, internet mobile, serta dapat mengakses Wi-Fi. RIM sebagai developer untuk sistem operasi BlackBerry telah mengeluarkan sistem operasi baru dengan salah satu aplikasi yang tertanam didalamnya adalah Document to Go versi trial buatan DataViz, suatu aplikasi yang memiliki fungsi office seperti Word to Go dan Presenter to Go yang otomatis memiliki Sheet to Go sebagai aplikasi Spreadsheet BlackBerry yang belakangan muncul dan langsung menjadi trend rupanya makin berusaha mencuri pangsa pasar yang dahulunya dikuasai oleh Windows Mobile. Bahkan kabarnya saking trend-nya BlackBerry di pasar Indonesia, peluncuran ponsel pintar dari sebuah vendor besar yang menggunakan Symbian 3rd Edition malah kalah gaungnya.

RIM (Research In Motion) selaku pengembang sistem operasi yang digunakan oleh ponsel pintar BlackBerry menyediakan sistem operasi multi-tugas (multi-tasking operating system - OS) bagi BlackBerry yang memungkinkan penggunaan secara intens dari sebuah alat . OS menyediakan dukungan bagi MIDP 1.0 dan WAP 1.2. Versi sebelumnya memungkinkan sinkronisasi nirkabel melalui e-mail dan kalendar Microsoft Exchange Server dan juga e-mail Lotus Domino. Sementara OS 4 yang terbaru merupakan pelengkap dari MIDP 2.0 dan memungkinkan aktivasi nirkabel lengkap dan sinkronisasi dengan e-mail, kalendar, daftar tugas, catatan dan buku telepon, serta tambahan dukungan bagi Novell GroupWise and Lotus Notes.

Dengan sistem operasi pada BlackBerry yang kita pakai, menjadikan Wi-Fi sebagai media sinkronisasi. Salah satu kelemahan terbesar BlackBerry adalah media sinkronisasi, tapi dengan sistem operasi BlackBerry terbaru, yaitu BlackBerry 6, masalah tersebut akan diatasi dengan baik. Jaringan Wi-Fi pada BlackBerry memungkinkan untuk melakukan singkronisasi dari komputer atau laptop (tentunya harus mempunyai Wi-Fi adapter).

Sistem operasi pada BlackBerry menggunakan layanan online yang sudah tersedia terpisah dari koneksi 2G/3G hand phone biasa, maka koneksi ke internet selalu tersedia dan hampir bisa dikatakan tidak pernah terputus karena operator menyediakan bandwidth khusus untuk akses ke server RIM. Karena selalu online itulah, seperti halnya SMS dan voice, BlackBerry memungkinkan aplikasi sosial maupun komunikasi elektronik lainnya bisa digunakan secara realtime. Dengan menggunakan BlackBerry, kita dapat berkomunikasi dengan rekan kita melalui SMS, voice, e-mail, Yahoo! Messenger, Facebook Mail, Facebook Chat, BlackBerry Messenger (BBM), Twitter dan sebagainya secara realtime seperti kita menggunakan SMS.

Selain itu, sistem operasi BlackBerry terintegrasi dengan jaringan sosial yang sedang nge-trend saat ini. Salah satu fitur yang dinanti adalah Social Feed. Social Feed adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna menggabungkan Facebook, Twitter dan BBM (BlackBerry Messager) untuk meng-update status secara bersamaan.

Dengan sistem operasi BlackBerry, kita bisa menjadikan hand phone sebagai GPS. GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem navigasi satelit. GPS memudahkan kita untuk melihat posisi di mana kita berada, atau sejenis peta berjalan.


Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/BlackBerry (diakses 26 Februari 2011)
2. http://mardhu.blogspot.com/2011/02/sistem-operasi-pada-handphone.html
(diakses 26 Februari 2011)
3. http://adampisan.wordpress.com/2011/01/17/12-kelebihan-kekurangan-blackberry/
(diakses 26 Februari 2011)
4. http://justhayu.blogspot.com/2010/02/mengenal-sistem-operasi-pada-komputer_15.html (diakses 26 Februari 2011)
5. http://www.budhie-nugra.co.cc/2011/02/kelebihan-dan-kekurangan-os-smartpnone.html (diakses 26 Februari 2011)
6. http://uniqpost.com/1631/apa-itu-sistem-operasi-blackberry-6/ (diakses 26 Februari 2011)
Read More »»  

Resensi Sistem Operasi Windows Vista

0 komentar
Dalam ilmu komputer, Operation System (OS) atau yang lebih dikenal dengan Sistem Operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem. Dalam pengertian lain, Sistem Operasi adalah kumpulan perintah dasar yang digunakan dan mengoperasikan komputer. Dengan kata lain, sistem operasi menjadi penghubung antara software aplikasi komputer dengan hardware, sehingga software tersebut dapat mengakses hardware dengan baik.

Salah satu sistem operasi keluaran Microsoft Windows adalah Windows Vista. Windows Vista adalah sistem operasi berbasis grafis dari Microsoft yang digunakan pada komputer pribadi (PC), baik untuk pengguna rumahan maupun bisnis, pada laptop, maupun media center. Sebelum diumumkan dengan nama Windows Vista pada 22 Juli 2005, sistem operasi ini lebih dikenal dengan codename Longhorn (berasal dari nama Longhorn Saloon, sebuah bar terkenal di Whistler, British Columbia, Kanada).

Microsoft meluncurkan Windows Vista pada 8 November 2006 untuk pengguna bisnis, dan 30 Januari 2007 untuk pengguna rumahan. Dengan demikian, peluncuran Windows Vista ini berjarak lebih dari lima tahun sejak peluncuran Windows XP pada 25 Oktober 2001.

Secara umum, Sistem Operasi terdiri dari beberapa bagian :
1. Mekanisme Boot (meletakkan karnel kedalam memori), pada saat komputer dihidupkan. Hal yang dilakukan adalah meletakkan karnel Sistem Operasi kedalam memori komputer, sehingga Sistem Operasi berjalan dan siap digunakan.
2. Karnel, merupakan softwere utama dari Sistem Operasi untuk mengakses hardwere komputer secara aman.
3. Command Interpreter, bertugas membaca input dari pengguna.
4. Pustaka-pustaka, menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
5. Driver, berfungsi untuk ntuk berinteraksi dengan hardware eksternal (misal Printer), sekaligus untuk mengontrol mereka.

Edisi-Edisi pada Windows Vista :
1. Windows Vista Starter
Mirip seperti Windows XP Starter Edition. Edisi ini masih berteknologi 32-bit dan dibatasi untuk area lokal, terutama sebagai alternatif legal ketimbang penggunaan kopi bajakan. Pengguna edisi ini akan sangat dibatasi pemakaiannya, misalnya hanya bisa untuk memakai tiga program sekaligus dalam satu waktu, pembatasan koneksi jaringan, dan physical memory dibatasi hanya hingga 256MB.
2. Windows Vista Home Basic
Seperti Windows XP Home Edition,dengan teknologi 64-bit, fiturnya juga bertambah banyak. Tetapi tidak sebanyak edisi yang lain. Home Basic ditujukan bagi pengguna rumahan yang tidak memerlukan fasilitas lebih tinggi. Tema "Aero Glass" dengan efek transparan juga tidak akan termasuk dalam Edisi ini. Home Basic hanya mendukung hingga 8GB physical memory.
3. Windows Vista Home Premium
Didasari Windows Vista Home Basic, edisi ini memiliki tambahan dukungan fitur-fitur lebih tinggi yang ditujukan untuk segmen pengguna rumahan, seperti dukungan HDTV dan pembuatan menu DVD. Tambahan lainnya adalah games yang lebih banyak, dukungan untuk komputer tablet dan mobile, sistem enkripsi file, serta aplikasi manajemen foto. Edisi ini mirip dengan Windows XP Media Center Edition dan Tablet PC Edition. Home Premium mendukung hingga 16GB physical memory.
4. Windows Vista Busines
Sebanding dengan Windows XP Professional, dan ditunjukan untuk pengguna bisnis. Fitur Media Center yang ada dalam Home Premium tidak dimasukkan dalam edisi ini, tetapi memiliki fasilitas IIS web server, dukungan faksimili, offline files, dukungan dual physical processor, remote desktop, kolaborasi P2P dan mampu menangani hingga 128 GB memori. Aktivasi produk tidak diperlukan untuk edisi ini.
5. Windows Vista Enterprise
Edisi ini ditujukan untuk segmen enterprise, dan merupakan edisi tingkat tinggi dari edisi Business. Fitur-fitur tambahannya di antaranya adalah versi sesi-tunggal dari Virtual PC, dukungan antarmuka multibahasa, BitLocker Drive Encryption, dan dukungan untuk aplikasi UNIX. Edisi ini tidak akan tersedia melalui saluran retail ataupun OEM, melainkan melalui Microsoft Software Assurance.
6. Windows Vista Ultimate
Edisi ini menggabungkan seluruh fitur-fitur Home, Premium, dan Enterprise. Dalam edisi ini juga ditambahkan dukungan pembuatan podcast (yang dialihbahasakan oleh Microsoft menjadi "blogcasting"), program peningkat-kinerja game (WinSAT), fasilitas DVD ripping, dan layanan online khusus untuk media yang dapat diunduh, serta opsi layanan pelanggan tambahan lainnya. Edisi Ultimate ditujukan sebagai edisi Vista yang paling impresif, ditujukan bagi para pengguna high-end, pemain game, para profesional multimedia, serta para pecandu PC. Seperti edisi Business dan Enterprise, aktivasi produk juga tidak diperlukan.

Kekurangan Windows Vista :
1. Vista mensyaratkan spesifikasi piranti keras yang tinggi.
2. Beberapa aplikasi tidak compatible di Vista.
3. Vista memiliki ukuran source code yang besar sehingga menyita banyak ruang di memori. Hal ini menyebabkan lambatnya kinerja Vista.
4. Microsoft tidak memasarkan Vista secara maksimal.

Kelebihan Windows Vista :
1. Tampilan Vista yang bagus dan menarik.
2. Video dapat menjadi wallpaper.
3. Lebih cepat dalam menjalankan program (jika menggunakan memori besar karena sistem di Vista dimutakhirkan dengan algoritma efisien dalam menjalankan aplikasi).
4. Keamanan yang lebih baik.
5. Lebih mudah dalam mengakses data.
6. Mendukung partisi hard disk secara virtualisasi.

Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Windows_Vista (diakses 19 Februari 2011)
2. http://www.kikil.org/forum/showthread.php?tid=40204 (diakses 20 Februari 2011)
3. http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2007/01/03/brk,20070103-90518,id.html (diakses 20 Februari 2011)
4. http://indo-comunity.blogspot.com/2011/01/kelemahan-kelebihan-windows-vista.html (diakses 20 Februari 2011)
5. http://novitazzblog.blogspot.com/2009/11/kekurangan-dan-kelebihan-windows-vista.html (diakses 20 Februari 2011)
Read More »»  

Sistem Informasi Manufaktur

0 komentar
1. Pada sistem informasi manufaktur, subsistem yang menjelaskan operasi manufaktur internal adalah:
Subsistem industrial engineering

2. Subsistem output manufaktur yang mengukur waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya
Subsistem produksi

3. Pada sistem informasi manufaktur yang mengumpulkan data kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir adalah:
Sistem informasi akuntansi

4. Subsistem output manufaktur yang mengukur volume kegiatan produksi pada saat bahan mentah diproses menjadi barang jadi adalah:
Subsistem persediaan

5.Pada sistem informasi manufaktur, aplikasi yang digunakan untuk sistem produk fisik dan konseptual adalah:
CIM ( Computer Integrated Manufacturing)


*****

1. Kegiatan yang dilakukan pada subsistem intelijen manufaktur adalah:
Mengumpulkan data pemasok dan serikat pekerja

2. Metode dengan pendekatan proaktif yang mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlah material, dan tanggal yang diperlukannya adalah:
MRP (Material Requirements Panning)

3. Subsistem kualitas pada sistem informasi manufaktur mengukur kualitas pada saat:
Menerima bahan mentah, proses produksi, dan barang jadi sebelum meninggalkan pabrik

4. Pada subsistem Persediaan, metode untuk menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi adalah:
EMQ (Economic Manufacturing Quantity)

5.Pada subsistem Persediaan, metode untuk menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah adalah:
EOQ (Economic Order Quantity)
Read More »»  

KASUS : “KEHILANGAN” KURSI

0 komentar
Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang mempekerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Ini terutama disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi menjadi 3 shift, dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung di sekitar pabrik dan minum atau makan sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafeteria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada para karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.

Setelah bangunan diselesaikan, para karyawan mulai makan di cafeteria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan. Waktu yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sebagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafeteria, dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan marah karena “kenyamanan” yang selama ini mereka rasakan telah diambil. Konsultan pengembangan organisasi (organization development), setelah diperkenalkan, memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang.

*Kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut adalah tidak adanya pendekatan terlebih dahulu kepada para karyawan sebelum mengambil suatu keputusan. Seharusnya pihak manajemen membuat suatu survei terhadap beberapa orang karyawannya. Dari survei tersebut dapat diambil suatu solusi yang terbaik untuk semua pihak. Selain itu, pihak manajemen dinilai terlalu tergesa-gesa dalam mengambil suatu keputusan. Pada jangka waktu yang relatif singkat, pihak manajer membuat cafeteria dan tak lama kemudian “menutup” nya. Hal ini menunjukkan bahwa pihak manajemen tidak tanggap terhadap keadaan yang dialami para karyawannya, yang sebenarnya tidak menginginkan hal itu.
Read More »»