Pada kesempatan kali ini, penulis akan memperlihatkan slide presentasi kelompok dengan judul Audit Forensik. Slide presentasi ini terdiri dari 7 slide yang telah dipresentasikan di depan dosen.
Read More »»
Makalah Audit Forensik
I. Pengertian Audit Forensik
Audit Forensik
terdiri dari dua kata, yaitu audit dan forensik. Audit adalah tindakan untuk
membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria. Sementara forensik adalah
segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan.
Dengan demikian,
audit forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisa dan
membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan
informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan.
Karena sifat dasar
dari audit forensik yang berfungsi untuk memberikan bukti di muka pengadilan,
maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit investigasi
terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli (litigation
support) di pengadilan.
Audit Forensik
dapat bersifat proaktif maupun reaktif. Proaktif artinya audit forensik
digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan risiko terjadinya fraud atau
kecurangan. Sementara itu, reaktif artinya audit akan dilakukan ketika ada
indikasi (bukti) awal terjadinya fraud. Audit tersebut akan menghasilkan “red
flag” atau sinyal atas ketidakberesan. Dalam hal ini, audit forensik yang lebih
mendalam dan investigatif akan dilakukan.
II. Proses Audit Forensik
1. Identifikasi
masalah
Dalam
tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak
diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi
ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
2. Pembicaraan
dengan klien
Dalam
tahap ini, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup,
kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya. Hal ini
dilakukan untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap
penugasan audit.
3. Pemeriksaan
pendahuluan
Dalam tahap ini, auditor melakukan pengumpulan
data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan
menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much).
Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what,
where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan
apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
4. Pengembangan
rencana pemeriksaan
Dalam tahap ini, auditor akan menyusun
dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit,
serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan
dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan
bersama tim audit serta klien.
5. Pemeriksaan
lanjutan
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan
pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Dalam tahap ini lah audit
sebenarnya dijalankan. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna
mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.
6. Penyusunan
Laporan
Pada tahap akhir ini, auditor melakukan
penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3
poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:
·
Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar
terjadi di lapangan.
·
Kriteria, yaitu standar yang menjadi
patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai
dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
·
Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas
audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta
penjelasan detail mengenai fraud tersebut.
III. Peran Penting Audit Forensik
Dalam
beberapa artikel dan literatur, pembahasan Audit forensik lebih mengarah kepada
kasus pembuktian penyimpangan keuangan atau korupsi. Akan tetapi, tidak menutup
kemungkinan, audit forensik diperlukan untuk pembuktian pada kasus-kasus
penipuan.
Objek
audit forensik adalah informasi keuangan yang mungkin (diduga) mengandung unsur
penyimpangan. Penyimpangan yang dimaksud bisa berupa tindakan merugikan
keuangan perusahaan, seseorang, atau bahkan negara. Temuan audit dari hasil
pemeriksaan ini bisa dijadikan salah satu alat bukti bagi penyidik, pengacara,
atau jaksa untuk memutuskan suatu kasus hukum perdata. Tidak menutup
kemungkinan hasil audit juga akan memberikan bukti baru untuk tindakan yang
menyangkut hukum pidana, seperti penipuan.
Dalam
kasus semacam ini, auditor dituntut harus benar-benar independen. Meskipun
penugasan audit diberikan oleh salah satu pihak yang bersengketa, independensi
auditor harus tetap dijaga. Auditor tidak boleh memihak pada siapa-siapa.
Setiap langkah, kertas kerja, prosedur, dan pernyataan auditor adalah alat
bukti yang menghasilkan konskuensi hukum pada pihak yang bersengketa.
IV. Tujuan Audit Forensik
Tujuan
dari audit forensik adalah mendeteksi atau mencegah berbagai jenis kecurangan
(fraud). Penggunaan auditor untuk melaksanakan audit forensik telah tumbuh
pesat. Beberapa contoh di mana audit forensik bisa dilaksanakan termasuk:
1. Kecurangan
dalam bisnis atau karyawan.
2. Investigasi
kriminal.
3. Perselisihan
pemegang saham dan persekutuan.
4. Kerugian ekonomi dari suatu bisnis.
5. Perselisihan
pernikahan.
V. Tugas Auditor Forensik
Auditor
forensik bertugas memberikan pendapat hukum dalam pengadilan (litigation).
Disamping tugas auditor forensik untuk memberikan pendapat hukum dalam
pengadilan (litigation), ada juga peran auditor forensik dalam bidang hukum di luar
pengadilan (non litigation), misalnya dalam membantu merumuskan alternatif
penyelesaian perkara dalam sengketa, perumusan perhitungan ganti rugi dan upaya
menghitung dampak pemutusan / pelanggaran kontrak.
Audit
forensik dibagi ke dalam dua bagian: jasa penyelidikan (investigative services)
dan jasa litigasi (litigation services). Jenis layanan pertama mengarahkan
pemeriksa penipuan atau auditor penipuan, yang mana mereka menguasai
pengetahuan tentang akuntansi mendeteksi, mencegah dan mengendalikan penipuan.
Jenis layanan kedua merepresentasikan kesaksian dari seorang pemeriksa penipuan
dan jasa-jasa akuntansi forensik yang ditawarkan untuk memecahkan isu-isu
valuasi, seperti yang dialami dalam kasus perceraian. Tim audit harus menjalani
pelatihan dan diberitahu tentang pentingnya prosedur akuntansi forensik di
dalam praktek audit dan kebutuhan akan adanya spesialis forensik untuk membantu
memecahkan masalah.
VI. Alasan Diperlukannya Audit Forensik
Mencoba
menguak adanya tindak pidana korupsi dengan audit biasa (general audit atau
opinion audit) sama halnya mencoba mengikat kuda dengan benang jahit. BPK perlu
alat yang lebih dalam dan handal dalam membongkar indikasi adanya korupsi atau
tindak penyelewengan lainnya di dalam Pemerintahan ataupun dalam BUMN dan BUMD
salah satu metodologi audit yang handal adalah dengan metodologi yang dikenal
sebagai Akuntansi forensik ataupun Audit Forensik.
Audit
forensik dahulu digunakan untuk keperluan pembagian warisan atau mengungkap
motif pembunuhan. Bermula dari penerapan akuntansi dalam persoalan hukum, maka
istilah yang dipakai adalah akuntansi (dan bukan audit) forensik. Perkembangan
sampai dengan saat ini pun kadar akuntansi masih kelihatan, misalnya dalam
perhitungan ganti rugi baik dalam pengertian sengketa maupun kerugian akibat
kasus korupsi atau secara sederhana akuntansi forensik menangani fraud
khususnya dalam pengertian corruption dan missappropriation of asset.
Profesi
ini sebenarnya telah disebut dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP) pasal 179 ayat (1) menyatakan: ”Setiap orang yang diminta pendapatnya
sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib
memberikan keterangan ahli demi keadilan”’. Orang sudah mahfum profesi dokter
yang disebut dalam peraturan diatas yang dikenal dengan sebutan dokter ahli
forensik, namun ”ahli lainnya” yang dalam ini termasuk juga akuntan belum
banyak dikenal sebutannya sebagai akuntan forensik.
Daftar Pustaka7. http://uziek.blogspot.com/2011/07/audit-forensik.html
Menghias HTML dengan CSS
Cascading
Style Sheet (CSS) adalah aturan untuk mengendalikan
beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam.
CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles
dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur
beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style
lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada
umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan
bahasa HTML dan XHTML.
Pada tulisan sebelumnya, telah dibuat tutorial membuat CV pada website. Saat ini saya akan menunjukkan CSS pada script CV pada website yang telah saya buat sebelumnya.
Produk :
Website Curiculum Vitae.Persiapan:
Siapkan Notepad++ sebagai lembar kerja editor. Pastikan telah menginstal browser Google Chrome atau Firefox pada pc/laptop.Setelah semua persiapan dilakukan, saatnya untuk mengkoding. Silahkan buka Notepad++ kemudian ketikan script dibawah ini untuk halaman pertama:
1: <head>
2: <style>
3: #wrapper{
4: height: 1048px;
5: width: 1200px;
6: background-image: url('spongebob-fresh-hd-wallpaper.jpg');
7: background-repeat: no-repeat;
8: margin: 0 auto;
9: background-size:1200px;
10: font-family:Impact, Charcoal, sans-serif;
11: background-color: rgb(118, 206, 241);background-position-y: 292px;
12:
13: }
14: .box {
15: margin: 31px 31px 31px 31px;
16: width: 580px;
17: background: #fff;
18: padding: 20px;
19: border-radius: 12px;
20: }
21:
22: #title {
23: padding-top: 10px;
24: text-align: center;
25: font-size: 23px;
26: }
27: #title h1 {
28: font-size: 2em;
29: }
30: table {
31: width: 580px;
32: }
33: table td{
34: vertical-align:top;
35: }
36: </style>
37: </head>
38: <body>
39: <div id='wrapper'>
40: <div id='title'><h1>Nur Putri Agustiyani</h1>@mioagustiyani</div>
41: <table style="
42: position: absolute;
43: right: -51px;
44: top: 196px;
45: "><tbody><tr><td><img src="mio cantik.jpg" style="
46: width: 330px;
47: "></td></tr></tbody></table>
48: <div class='box'>
49: <table>
50: <tr><td colspan="3"><h3>Biodata</h3></td></tr>
51: <tr><td>Nama </td><td>:</td><td>Nur Putri Agustiyani</td></tr>
52: <tr><td>Tempat / Tanggal lahir</td><td>:</td><td>Jakarta, 18 Agustus 1991</td></tr>
53: <tr><td>Jenis kelamin </td><td>:</td><td>Perempuan</td></tr>
54: <tr><td>Alamat </td><td>:</td><td>Perum. Depok Mulya II jalan kaimana blok AF-12<br/> Beji-Depok 16421</td></tr>
55: <tr><td>Kewarganegaraan </td><td>:</td><td>Indonesia</td></tr>
56: <tr><td>E-mail </td><td>:</td><td>putri.agustiyanie@gmail.com</td></tr>
57: </table>
58: </table>
59:
60: </div><a href='hal2.php' style="float: right;margin-right: 112px;">Halaman Berikutnya >></a>
61:
62: <div class='box'>
63: <table>
64: <tr><td colspan="3"><h3>Pendidikan Formal</h3></td></tr>
65: <tr><td>1997 - 2003 </td><td>:</td><td>SDIT Nurul Fikri Depok</td></tr>
66: <tr><td>2003 - 2006 </td><td>:</td><td>SMPIT Nurul Fikri Depok</td></tr>
67: <tr><td>2006 - 2009 </td><td>:</td><td>Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
68: <tr><td>2009 - sekarang </td><td>:</td><td>Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi<br/> Universitas Gunadarma</td></tr>
69: </table>
70: </div>
71:
72: <div class='box'>
73: <table>
74: <tr><td colspan="3"><h3>Pengalaman Kerja/Organisasi</h3></td></tr>
75: <tr><td>2006 - 2009 </td><td>:</td><td>Sekretaris Jendral Organisasi Intra Sekolah (OSIS)<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
76: <tr><td>2008 </td><td>:</td><td>Peserta magang bagian informatika unit rekam medis<br/> Rumah Sakit Sofa Marwa Depok</td></tr>
77: <tr><td>2010 </td><td>:</td><td>Pengajar ekstrakurikuler paduan suara<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
78: <tr><td>2010 </td><td>:</td><td>Pengajar ekstrakurikuler komputer<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
79: <tr><td>2012 - sekarang </td><td>:</td><td>Asisten tetap Laboratorium Pengembangan Pengolahan Citra<br/> Universitas Gunadarma</td></tr>
80: </table>
81: </div>
82: </div>
83:
84: </body>
85:
Pada contoh program di atas, script untuk CSS dimulai dari tag <style> sampai </style>.
Berikut adalah penjelasannya:
· #wrapper{}Digunakan untuk mendeklarasikan selektor ID 'wrapper'. Di dalam tanda buka kurung kurawal {} dapat dituliskan script untuk mendeklarasikan selektor ID tersebut.
· .box{}
Digunakan untuk mendeklarasikan class 'box'. Class 'box' ini dapat diterapkan di beberapa tag/bagian. Di dalam tanda buka kurung kurawal {} dapat dituliskan script untuk mendeklarasikan class 'box' tersebut.
· #title{}
Digunakan untuk mendeklarasikan selektor ID 'title'. Di dalam tanda buka kurung kurawal {} dapat dituliskan script untuk mendeklarasikan selektor ID tersebut.
· #title h1{}
Digunakan untuk mendeklarasikan selektor ID 'title h1'. Title dalam script ini berupa judul utama web, yaitu 'Nur Putri Agustiyani' dan pada baris selanjutnya '@mioagustiyani'. Di dalam tanda buka kurung kurawal {} dapat dituliskan script untuk mendeklarasikan selektor ID tersebut.
Untuk hasil akhirnya adalah sebagai berikut:
![]() |
Demikianlah tutorial website sederhana dengan menggunakan script CSS. Semoga bermanfaat. Terima kasih..
Kriteria Manager Proyek yang Baik
Manager adalah orang
atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang
berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang
sesuai dengan tujuan dan teknologi. Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang brtindak sebagai pimpinan
dalam suatu proyek. PM ini sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek,
karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu
sendiri.
Pemilihan seorang
manajer proyek merupakan satu dari dua atau tiga keputusan paling utama
mengenai proyek. Manajer proyek perlu memiliki kerangka harapan agar dapat
berhasil dengan baik.
Berikut ini adalah 3 karakteristik
yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi
Manajer Proyek:
I.
Karakter Pribadinya
- Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
- Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
- Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
- Asertif
- Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
II.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan
Proyek yang Dikelola
- Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
- Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
- Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
- Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
- Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
- Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
- Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
- Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
- Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
- Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
III.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan
Tim yang Dipimpin
- Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
- Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
- Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
- Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
- Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
- Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
- Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
- Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
- Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
- Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
- Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
- Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
- Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
- Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
- Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
- Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.
Sumber:http://udifq.wordpress.com/kriteria-manajer-proyek-yang-baik/
http://111pang.blogspot.com/2012/04/kriteria-manager-proyek-yang-baik.html
COCOMO dan Jenisnya
I. Pengertian COCOMO
COCOMO adalah sebuah
model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah
orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak.
Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi
dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini
menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang
penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.
II. Sejarah COCOMO
COCOMO pertama kali
diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.'s Book ekonomi Software engineering
sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek
perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana
Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun
1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai
100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I.
Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall
yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model
ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah
dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya
COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih
cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini
memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak
modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai
perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe
dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen
software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
III. Jenis COCOMO
1. Basic (COCOMO I 1981)
Menghitung dari
estimasi jumlah LOC (Lines of Code);
Dengan menggunakan
estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya
pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.
Dengan rincian untuk
fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe
sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan
ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
2. Intermediate (COCOMO II 1999)
Menghitung dari
besarnya program dan “cost drivers” (faktor-faktor yangberpengaruh langsung
kepada proyek), seperti: perangkat keras, personal, danatribut-atribut proyek
lainnya;
Mempergunakan data-data
historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakanCOCOMO I, dan terdaftar
pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database.
Persamaan estimasi
sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini
adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database,
kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi,
pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan
pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut
(seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan).
Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah,
normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari
tabel yang tersedia.
3. Advanced
Memperhitungkan semua
karakteristik dari “intermediate” di atas dan “cost drivers” dari setiap fase (analisis,
desain, implementasi, dsb) dalam siklus hiduppengembangan perangkat lunak.
Dalam hal ini adalah
rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara
faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan
menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang
berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam
persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapatmenghubungkan
semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh
pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses
rekayasa PL.
Sumber:
http://dwiyuliani-dwiyuliani.blogspot.com/2011/04/cocomo.html
http://bar0eb0eat.blogspot.com/2012/04/cocomo-constructive-cost-model-dan.html
Alasan Menggunakan Software Open Source dalam Membuat Aplikasi
Open
source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang
lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan
yang ada pada software tersebut. Dan
yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis
tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux.
Keberadaan open source software ini sangat
ditunjang oleh internet. Mula-mula open
source software diambil dari
internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan.
Hasil perbaikan dari open source ini
kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain
menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah
mendapatkan open source software di
internet.
Pengembangan open source software melibatkan banyak
orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Maka
bermunculanlah berbagai macam software
yang dibuat berbasis open source ini
yang dipublikasikan melalui internet. Pola open
source ini telah melahirkan developer-developer
handal dari berbagai penjuru dunia.
Dengan pola open source orang dapat membuat dan
mengembangkan apa yang disebut dengan free
software. Software ini dapat
digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang
dikembangkan dengan pola open source.
Jadi, dengan pola open source orang
dapat mengembangkan software dan
mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita
akan banyak menemukan free software
ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya
tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.
Free
software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa
barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus
menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.
Dengan karakteristik
yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan
pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita
gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open
source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia
dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.
Keuntungan software open source:
- Ketersedian source code dan hak untuk memodifikasi
- Hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code
- Hak untuk menggunakan software
- Legal
- Penyelamatan devisa negara
- Keamanan negara atau perusahaan
- Keamanan Sistem
Kerugian software open source:
- Tidak ada garansi dari pengembangan
- Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
- Kesulitan dalam mengetahui status project
Sumber:http://yudithtesalonika.blogspot.com/2011/06/kenapa-anda-dianjurkan-menggunakan.html
http://cap-cip-cupzz.blogspot.com/2011/03/vclass-keuntungan-dan-kerugian.html
Website Curiculum Vitae
Semua orang pasti memiliki cv yang mereka gunakan untuk kepentingan masing-masing. Biasanya cv tersebut dibuat semenarik mungkin agar sang pembaca cv tertarik. Banyak cara yang digunakan untuk membuat sebuah cv salah satunya dengan memanfaatnya teknologi. Berikut ini adalah langkah dalam pembuatan CV pada website.
Produk :
Website Curiculum Vitae terdiri dari dua halaman.
Persiapan:
siapkan dulu notepad++ sebagai lembar kerja editor
pastikan telah menginstal browser google chrome atau firefox pada pc/laptop
Setelah semua persiapan dilakukan, saatnya untuk mengkoding.. silahkan dibuka notepad++ nya kemudian ketikan script dibawah ini untuk halaman pertama
Produk :
Website Curiculum Vitae terdiri dari dua halaman.
Persiapan:
siapkan dulu notepad++ sebagai lembar kerja editor
pastikan telah menginstal browser google chrome atau firefox pada pc/laptop
Setelah semua persiapan dilakukan, saatnya untuk mengkoding.. silahkan dibuka notepad++ nya kemudian ketikan script dibawah ini untuk halaman pertama
1: <head>
2: <style>
3: #wrapper{
4: height: 1048px;
5: width: 1200px;
6: background-image: url('spongebob-fresh-hd-wallpaper.jpg');
7: background-repeat: no-repeat;
8: margin: 0 auto;
9: background-size:1200px;
10: font-family:Impact, Charcoal, sans-serif;
11: background-color: rgb(118, 206, 241);background-position-y: 292px;
12:
13: }
14: .box {
15: margin: 31px 31px 31px 31px;
16: width: 580px;
17: background: #fff;
18: padding: 20px;
19: border-radius: 12px;
20: }
21:
22: #title {
23: padding-top: 10px;
24: text-align: center;
25: font-size: 23px;
26: }
27: #title h1 {
28: font-size: 2em;
29: }
30: table {
31: width: 580px;
32: }
33: table td{
34: vertical-align:top;
35: }
36: </style>
37: </head>
38: <body>
39: <div id='wrapper'>
40: <div id='title'><h1>Nur Putri Agustiyani</h1>@mioagustiyani</div>
41: <table style="
42: position: absolute;
43: right: -51px;
44: top: 196px;
45: "><tbody><tr><td><img src="mio cantik.jpg" style="
46: width: 330px;
47: "></td></tr></tbody></table>
48: <div class='box'>
49: <table>
50: <tr><td colspan="3"><h3>Biodata</h3></td></tr>
51: <tr><td>Nama </td><td>:</td><td>Nur Putri Agustiyani</td></tr>
52: <tr><td>Tempat / Tanggal lahir</td><td>:</td><td>Jakarta, 18 Agustus 1991</td></tr>
53: <tr><td>Jenis kelamin </td><td>:</td><td>Perempuan</td></tr>
54: <tr><td>Alamat </td><td>:</td><td>Perum. Depok Mulya II jalan kaimana blok AF-12<br/> Beji-Depok 16421</td></tr>
55: <tr><td>Kewarganegaraan </td><td>:</td><td>Indonesia</td></tr>
56: <tr><td>E-mail </td><td>:</td><td>putri.agustiyanie@gmail.com</td></tr>
57: </table>
58: </table>
59:
60: </div><a href='hal2.php' style="float: right;margin-right: 112px;">Halaman Berikutnya >></a>
61:
62: <div class='box'>
63: <table>
64: <tr><td colspan="3"><h3>Pendidikan Formal</h3></td></tr>
65: <tr><td>1997 - 2003 </td><td>:</td><td>SDIT Nurul Fikri Depok</td></tr>
66: <tr><td>2003 - 2006 </td><td>:</td><td>SMPIT Nurul Fikri Depok</td></tr>
67: <tr><td>2006 - 2009 </td><td>:</td><td>Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
68: <tr><td>2009 - sekarang </td><td>:</td><td>Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi<br/> Universitas Gunadarma</td></tr>
69: </table>
70: </div>
71:
72: <div class='box'>
73: <table>
74: <tr><td colspan="3"><h3>Pengalaman Kerja/Organisasi</h3></td></tr>
75: <tr><td>2006 - 2009 </td><td>:</td><td>Sekretaris Jendral Organisasi Intra Sekolah (OSIS)<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
76: <tr><td>2008 </td><td>:</td><td>Peserta magang bagian informatika unit rekam medis<br/> Rumah Sakit Sofa Marwa Depok</td></tr>
77: <tr><td>2010 </td><td>:</td><td>Pengajar ekstrakurikuler paduan suara<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
78: <tr><td>2010 </td><td>:</td><td>Pengajar ekstrakurikuler komputer<br/> Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta</td></tr>
79: <tr><td>2012 - sekarang </td><td>:</td><td>Asisten tetap Laboratorium Pengembangan Pengolahan Citra<br/> Universitas Gunadarma</td></tr>
80: </table>
81: </div>
82: </div>
83:
84: </body>
85:
berikut adalah penjelasan untuk halaman pertama :
· <div id=’title’><h1>Nur Putri Agustiyani</h1>@mioagustiyani</div>
Digunakan untuk mengatur jenis dan ukuran dari teks yang ingin ditampilkan.
· <div class=’box’>
Digunakan untuk memberikan section class yaitu box.
· <table>
Digunakan untuk membuat sebuah table pada website.
· <table style="
position: absolute;
right: -51px;
top: 196px;
"><tbody><tr><td><img src="mio cantik.jpg" style="
width: 330px;
"></td></tr></tbody></table>
Digunakan untuk mengatur tata letak maupun resolusi pada gambar yang akan ditampilkan.
· <tr><td colspan=”3”><h3>Biodata</h3></td></tr>
Digunakan untuk membuat baris di dalam sebuah table yang kemudian di definisikan didalam cell pada table,dengan heading teks (h3).
· <table>
Digunakan untuk membuat sebuah table pada website.
· </div>
Digunakan untuk mengakhiri section.
· <div class=’box’>
Digunakan untuk memberikan section class yaitu box.
· <table>
Digunakan untuk membuat sebuah table pada website.
· <tr><td colspan=”3”><h3>Pendidikan Formal</h3></td></tr>
Digunakan untuk membuat baris di dalam sebuah table yang kemudian di definisikan didalam cell pada table,dengan heading teks (h3).
· </div><a href=’hal2.php’ style=”float: right;margin-right:112px;”>Halaman Berikutnya >></a>
Digunakan memberikan link menuju ke halaman berikutnya dengan tipe style float, margin kanan dan ukuran 112px untuk font.
· <div class=’box’>
Digunakan untuk memberikan section class yaitu box.
· <tr><td colspan=”3”><h3>Pengalaman Kerja/Organisasi</h3></td></tr>
Digunakan untuk membuat baris di dalam sebuah table yang kemudian di definisikan didalam cell pada table,dengan heading teks (h3).
· </div>
Digunakan untuk mengakhiri setiap section.
· </body>
Digunakan untuk mengakhiri statement pada body.
Selain pada halaman pertama, kini kita buat untuk halaman kedua. Pada halaman ini kita hanya akan menampilkan gambar.
silahkan tulis script dibawah ini :
1: <head>
2: <head>
3: <body>
4: <img src='spongebob 2.jpg' style='width:100%'/>
5: </body>
berikut adalah penjelasan untuk halaman kedua :
· <head>
Digunakan untuk menuliskan keterangan dokumen HTML, misalnya berupa judul halaman.
· <body>
Digunakan untuk menuliskan tag-tag atau isi yang akan menjadi konten website.
· <img src='spongebob 2.jpg' style='width:100%'/>
Digunakan untuk memasukkan gambar pada halaman web.
· </body>
Digunakan untuk mengakhiri statement pada body.
Untuk hasil akhirnya adalah sebagai berikut :
![]() |
| Halaman pertama pada Website |
![]() |
| Halaman kedua pada Website |
Taraaaaaa.... sudah selesai website CV kita dan siap untuk di upload ke website pribadi kita, bagaimana? mudah kan? demikianlah tutorial sederhana ini, semoga bisa membantu teman-teman dalam mempelajari dasar dari HTML.. Terima Kasih :D












